Pemerintah Kabupaten Situbondo menegaskan komitmennya menjadikan sektor kesehatan sebagai prioritas utama pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikan Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 Tahun 2025 yang digelar di kawasan wisata Pantai Pasir Putih, Situbondo, Sabtu (13/12/2025).
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo dr. Sandy Hendrayono, bersama ribuan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan. Antusiasme warga terlihat tinggi sejak pagi hari, mengikuti berbagai rangkaian layanan dan edukasi kesehatan.
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Mas Rio menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan fondasi utama dalam pembentukan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Menurutnya, generasi yang sehat akan melahirkan masa depan daerah yang hebat.
“Bagi saya, salah satu fondasi pembentuk Indeks Pembangunan Manusia yang paling utama adalah kesehatan. Generasi sehat melahirkan masa depan yang hebat,” bebernya.
Mas Rio mengaku terkejut dengan tingginya antusiasme masyarakat yang hadir memadati kegiatan HKN tersebut. Meski demikian, ia memastikan bahwa pelayanan kesehatan di seluruh puskesmas dan rumah sakit di Situbondo tetap berjalan normal.
“Saya sempat menanyakan langsung kepada Kepala Dinas, pelayanan di rumah sakit dan puskesmas bagaimana. Alhamdulillah, semuanya tetap berjalan,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa selama sekitar sembilan hingga sepuluh bulan masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Ulfiyah, IPM Kabupaten Situbondo mengalami peningkatan.
Lebih lanjut, Mas Rio menyampaikan bahwa selama sekitar sembilan hingga sepuluh bulan masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Ulfiyah, IPM Kabupaten Situbondo menunjukkan tren peningkatan. Salah satu faktor penopangnya adalah penguatan jaminan kesehatan masyarakat.
“Pembentuknya adalah jaminan kesehatan. Orang merasa ketika dia sakit, dia punya sesuatu yang bisa diandalkan,” ucapnya.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Situbondo menaikkan anggaran jaminan kesehatan secara signifikan dari Rp20 miliar menjadi Rp63 miliar pada tahun 2025 guna mendukung pelaksanaan Universal Health Coverage (UHC).
Kondisi kepesertaan JKN di Kabupaten Situbondo, hingga 1 Desember 2025, cakupan kepesertaan telah mencapai 99,28% dari total penduduk dengan jumlah keaktifan peserta berada diangka 81,07%.
“Jika dilihat dari segmen peserta, peserta PBPU dan BP Pemda yang didaftarkan oleh Pemkab Situbondo itu sebesar 24% atau 154.000 jiwa. Angka ini menunjukkan keseriusan Pemkab Situbondo kepada masyarakatnya serta turut menjaga keberlanjutan Program JKN melalui status UHC Prioritas,” ungkapnya.
Kata Titus, BPJS Kesehatan mendorong transformasi mutu layanan melalui janji layanan JKN sebagai wujud sinergi dengan fasilitas kesehatan. Ia juga berpesan kualitas pelayanan kesehatan senantiasa dijaga dan ditingkatkan demi kepuasan masyarakat dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kesehatan.
