SITUBONDO-Hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan sebuah pohon glodokan tumbang dan menimpa pengendara sepeda motor di Jalan Anggrek, Kelurahan Patokan, Kecamatan Situbondo, Rabu, (21/1/2026) sore. Akibat kejadian tersebut, satu orang remaja mengalami luka.
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Situbondo, Puriyono, mengatakan bahwa peristiwa terjadi sekitar pukul 16.30 WIB saat cuaca ekstrem melanda wilayah kota.
“Pohon glodokan tiba-tiba tumbang menutup jalan dan menimpa sepeda motor Yamaha NMAX yang melintas dari arah selatan,” kata Puriyono saat dikonfirmasi, Rabu malam.
Pengendara motor diketahui bernama Saifulabima (16), warga Lingkungan Karangasem, Kelurahan Patokan. Saat kejadian, korban berboncengan dengan temannya, Fausan (16). Akibat tertimpa pohon, Saifulabima mengalami luka lecet di pelipis kiri, luka ringan di bibir, serta dua gigi depan patah.
Pengendara motor diketahui bernama Saifulabima (16), warga Lingkungan Karangasem, Kelurahan Patokan. Saat kejadian, korban berboncengan dengan temannya, Fausan (16). Akibat tertimpa pohon, Saifulabima mengalami luka lecet di pelipis kiri, luka ringan di bibir, serta dua gigi depan patah.
“Korban langsung dilarikan ke RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo dan menjalani perawatan rawat jalan. Sementara penumpangnya tidak mengalami luka,” jelas Puriyono.
Selain menyebabkan korban luka, kejadian tersebut juga mengakibatkan kerusakan materiil berupa satu unit sepeda motor Yamaha NMAX dengan kondisi pelek depan rusak dan setang bengkok.
Puriyono menambahkan, usai menerima laporan warga, petugas Pusdalops dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Situbondo bersama Tagana Dinas Sosial, serta dibantu warga sekitar, langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan.
“Tim gabungan melakukan pemotongan pohon menggunakan chainsaw agar akses jalan kembali normal. Penanganan sudah selesai dan lalu lintas kembali lancar,” ujarnya.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah Situbondo.
