Situbondo: Seluas 40 hektare lahan perhutanan sosial yang dikelola Kelompok Tani Hutan (KTH) Makmur di Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, ditanami beragam jenis pohon.
Menurut Dekan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB), Profesor Naresworo Nugroho, penanaman ini adalah tindak lanjut kegiatan FoLU Net Sink 2030.
"Ada 20 ribu batang pohon dengan berbagai jenis tanaman, ditanam di atas lahan perhutanan sosial yang dikelola masyarakat setempat," ujar Profesor Naresworo di sela kegiatan penanaman di Desa Tambak Ukir, Jumat (12/12/2025).
Jenis pohon yang ditanam antara lain kopi, kelengkeng, alpukat, matoa, pete, pepaya, indigofera, dan lainnya. Jenis pohon tersebut memberikan kontribusi penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
"Seperti kelengkeng dan alpukat, akan memberikan peluang usaha tambahan. Sementara mator, indigofera, dan pete merupakan jenis tanaman penyerap karbon," bebernya.
Kata Profesor Naresworo, program penanaman ini adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan cadangan karbon, guna mendukung target penurunan emisi gas rumah kaca.
Termasuk juga untuk memperbaiki kualitas ekosistem, melindungi keanekaragaman hayati serta mendorong pemulihan tutupan lahan. Penanaman itu juga untuk pengembangan usaha ekonomi produktif berbasis agroforestri, yakni kehutanan dengan pertanian dan hasil hutan bukan kayu.
"Melalui penanaman ini kita berharap areal perhutanan sosial di Desa Tambak Ukir benar-benar menjadi contoh model pengelolaan hutan yang memberikan manfaat ekologi, ekonomi, secara seimbang dan berkelanjutan," ucapnya.
Keberhasilan program ini membutuhkan dukungan semua pihak. Oleh karena itu Profesor Naresworo mengajak seluruh pihak untuk memelihara tanamannya secara berkelanjutan.
"IPB akan berikan pendampingan kepada masyarakat selama tiga tahun ke depan untuk meningkatkan kapasitas kelompok tani," ucapnya.
Sementara itu, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo yang hadir dalam acara tersebut mengapresiasi program penanaman pohon oleh IPB, tindak lanjut FoLU Net Sink 2030.
"Saya berharap KTH Makmur Tambak Ukir ini bisa menjadi salah satu contoh dalam implementasi kehutanan sosial di Situbondo," harap Bupati Rio.
Kata Bupati Rio, penanaman ini merupakan simbol penting bahwa pemerintah daerah siap menjadi motor perubahan, melakukan penanaman pohon secara berkelanjutan.
"Kita mengalami kondisi deforestasi dan itu sangat membahayakan. Makanya ketika ada program penanaman dari IPB saya langsung setuju," ucapnya.
"Jaga alam di sini ya, jangan menebang kayu sembarangan, agar air terserap dengan baik," imbuh Bupati Rio.
