SITUBONDO-Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, memfokuskan langkah mitigasi banjir yang biasanya terjadi pada bulan Januari-Februari dengan melakukan normalisasi sungai di sejumlah titik, salah satunya di Kecamatan Kendit.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogomengatakan Kecamatan Kendit selama ini menjadi wilayah yang kerap terdampak banjir, terutama saat intensitas hujan tinggi.
Pantauan di lapangan, alat berat dikerahkan untuk mengeruk sungai yang mengalami pendangkalan dan penyempitan akibat sedimentasi.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menegaskan bahwa pihaknya telah menetapkan kebijakan mitigasi bencana yang harus dijalankan di seluruh kecamatan, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan, guna mengantisipasi potensi bencana alam.
“Ini mitigasi sebelum bencana. Sejak awal saya sudah meminta harus ada skenario yang jelas, terutama menghadapi Januari yang sering dilanda banjir, agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Yusuf Rio saat ditemui di lokasi, Senin (12/01/2026).
Menurutnya, langkah normalisasi ini merupakan bagian dari penanganan darurat kebencanaan di sejumlah titik rawan di Situbondo, terutama Kecamatan Kendit yang berulang kali terdampak banjir akibat sungai yang menyempit dan dangkal.
“Coba dilihat, kondisi sungai sudah mengecil dan dangkal. Walaupun titik ini bukan kewenangan kami, tapi selama kita punya alat berat, kita kerjakan saja demi keselamatan warga,” tegasnya saat meninjau langsung proses normalisasi.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Situbondo, Abdul Kadir Jailani, menjelaskan bahwa sungai di Kecamatan Kendit secara administratif merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sehingga diperlukan koordinasi lintas pemerintahan untuk penanganan menyeluruh.
“Secara administrasi panjang sungai yang perlu dinormalisasi mencapai lebih dari 2,2 kilometer dan membutuhkan anggaran cukup besar. Paling lambat Rabu ini kami akan bersurat ke PU SDA Provinsi Jawa Timur untuk percepatan penanganan,” kata Abdul Kadir.
