SITUBONDO — Pemerintah Kabupaten Situbondo mendirikan posko kesehatan untuk melayani warga terdampak banjir di sejumlah wilayah Kecamatan Besuki. Langkah ini dilakukan guna memastikan layanan kesehatan tetap menjangkau masyarakat yang membutuhkan penanganan cepat pascabencana.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo, Dwi Herman Susilo, mengatakan pihaknya telah mengerahkan tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendukung operasional posko.
“Kami mengerahkan tenaga dari puskesmas terdekat, serta melakukan backup dari RSUD Besuki dan Dinas Kesehatan,” ujar Dwi saat meninjau lokasi terdampak banjir di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Kamis (22/1/2026).
Menurutnya, pendirian posko kesehatan ini merupakan wujud kehadiran pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat terdampak. Fokus utama adalah memastikan warga memperoleh layanan medis secara cepat dan tepat di lokasi bencana.
Terkait penentuan titik posko, Dwi menjelaskan pihaknya masih berkoordinasi dengan camat setempat untuk menyesuaikan kondisi lapangan. “Kami akan koordinasi dengan camat yang lebih memahami titik-titik strategis. Bisa berupa posko tetap atau mobil layanan kesehatan yang standby di lokasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, target utama layanan posko kesehatan adalah seluruh warga terdampak banjir agar mendapatkan penanganan optimal. Penanganan dilakukan langsung di posko, namun jika kondisi pasien membutuhkan perawatan lanjutan, akan dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit.
Sejauh ini, keluhan kesehatan warga yang ditangani didominasi gangguan ringan. “Rata-rata luka ringan, seperti terkena paku, serta demam akibat kedinginan karena semalaman terendam banjir,” ungkap Dwi.
Samsuri (56), warga Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, menjadi salah satu warga yang merasakan langsung manfaat posko kesehatan tersebut. Ia mengalami luka tusuk paku di bagian kaki saat berupaya menahan aliran air agar tidak masuk ke rumahnya.
“Semalam hujan deras, kondisi gelap, saya tidak sadar menginjak paku karena air cukup deras,” tuturnya.
Samsuri mengaku langsung mendapat penanganan medis dari petugas kesehatan di posko yang dijaga tenaga medis dari puskesmas. Luka di kakinya dibersihkan dan dirawat tanpa perlu dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan.
“Alhamdulillah langsung ditangani di posko, semuanya gratis, tidak dipungut biaya apa pun,” katanya.
Ia mengapresiasi kehadiran posko kesehatan yang dinilainya sangat membantu warga di tengah situasi darurat banjir. Menurutnya, layanan yang cepat dan tanpa biaya membuat warga terdampak merasa lebih tenang dan terbantu.
Pemkab Situbondo berharap keberadaan posko kesehatan ini dapat mencegah munculnya gangguan kesehatan yang lebih serius serta mempercepat pemulihan kondisi masyarakat di wilayah terdampak banjir
