SITUBONDO-Seorang pria bernama Evan Efendi (28), warga Desa Kertosari, Kecamatan Asembagus, Situbondo, wajahnya babak belur akibat dihakimi massa di jalan Desa Mojosari, Selasa (3/2/2026).
Pasalnya, pria yang akrab dipanggil Evan, kepergok memegang payudara dan bokong seorang ibu muda berinisial DN (30), saat DN mengendarai sepeda motor dan melintas di jalan Dusun Somporan Selatan, Desa Mojosari.
Usai ditangkap dan dihakimi puluhan warga, pelaku begal payudara langsung digelandang diarak ke Kantor Desa Mojosari, dengan menggunakan sepeda motor roda tiga. Itupun dengan kondisi kedua tangannya diikat tali tambang.
Untuk pengembangan kasusnya dan proses hukum lebih lanjut, pelaku langsung diserahkan ke Polsek Asembagus. Hingga akhirnya kasus begal payudara dan bokong tersebut, dilimpahkan ke unit perempuan dan anak (PPA) Satreskrim Polres Situbondo.
Diperoleh keterangan, perbuatan asusila yang dialami korban DN itu, berawal saat korban DN mengendarai sepeda motornya dari utara menuju ke selatan. Namun, saat melintas di jalan dengan kondisi sepi, dan sisi kiri dan kanan jalan tanaman tebu.
Tiba-tiba terduga pelaku yang mengendarai sepeda motor honda beat warna merah mendekati korban.
Bahkan, terduga pelaku langsung meraba-raba bokong dan payudara DN. Selanjutnya, Evan langsung kabur ke arah utara.
Sadar menjadi korban perbuatan asusila, korban melaporkan kepada warga yang sedang menanam tebu di sekitar lokasi kejadian.
Sehingga puluhan warga langsung mengejarnya, bahkan berkat kesigapan puluhan warga, pelaku berhasil ditangkap.
Mengetahui pelaku begal payudara dan bokong ditangkap, puluhan warga yang mengaku resah dengan pelaku. Mengingat hampir setiap hari terjadi aksi begal payudara dan bokong, sehingga tanpa dikomando puluhan warga menghakimi Evan.
“Warga Desa Mojosari resa dalam satu bulan terakhir, mengingat hampir setiap hari terjadi aksi begal payudara.
Makanya, begitu tahu pelaku begal payudara ditangkap, puluhan warga langsung menghakimi pelaku,”ujar Riki, salah seorang warga setempat.
Sementara itu, Kapolsek Asembagus, Situbondo Iptu Untoro Windu membenarkan, jika pelaku begal payudara ditangkap puluhan warga Desa Mojosari, diserahkan ke Mapolsek Asembagus.
“Namun, karena di Polsek Asembagus tidak ada penyidik perempuan dan anak (PPA), sehingga kasus tersebut dilimpahkan ke unit PPA Satreskrim Polres Situbondo,”kata Iptu Untoro Windu.
Iptu Windu menambahkan, berdasarkan keterangan warga Desa Mojosari, hampir setiap hari terjadi aksi begal payudara dan aksi begal bokong, sehingga warga mengaku resah dengan maraknya aksi begal tersebut.
“Hasil penyidikan awal, dia mengaku baru satu kali melakukan perbuatannya. Selain menyerahkan terduga pelaku asusila, warga juga menyerahkan barang bukti sepeda motor honda beat, yang digunakan pelaku dalam melakukan aksinya,”pungkasnya.
