Petani di Situbondo Merugi, Cuaca Ekstrem Harga Anjlok


SITUBONDO-Harga tomat di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur anjlok setelah cuaca ekstrem terjadi di wilayah tersebut. 

Kondisi mengakibatkan petani tomat merugi lantaran harga turun hingga 50 persen.

Dodik, seorang petani tomat di Desa Seletreng, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo mengatakan musim penghujan membawa dampak kurang baik bagi petani tomat di Kabupaten Situbondo.

Pasalnya harga tomat di tingkat petani anjlok tajam, disertai penurunan kualitas dan hasil panen.

Para petani merugi lantaran harga jatuh dari Rp 10.000 per kilogram menjadi Rp 3500 per kilogramnya.

Dodik mengatakan anjloknya harga tomat membuat keuntungan petani menyusut drastis. Ia mengatakan selain harga yang rendah, pertumbuhan tanaman tomat pada musim hujan juga dinilai lebih lambat. Akibatnya, waktu panen menjadi lebih jarang dan volume panen berkurang.

“Kalau musim hujan panennya paling tiga hari sekali. Beda kalau musim kemarau hampir setiap hari kami bisa panen,” ujar Dodik. Dodik menambahkan saat ini lahannya ditanami 6000 batang tomat dengan estimasi hasil panen mencapai 3 ton. 

Harapannya harga tomat kembali normal sehingga dapat menutup biaya produksi. "Kami berharap harga tomat bisa kembali di harga Rp 5000 sampai 10.000 ribu sehingga petani mendapatkan untung yang layak," tutur petani muda tersebut.

Sementara petani lain, Wafi menuturkan selain persoalan harga petani juga dihadapkan pada serangan hama. Saat ini banyak hama ulat serta jamur bintik pada buah tomat.

 "Hama ulat dan jamur menjadikan kualitas buah tomat menurun dan tidak bisa dijual maksimal. Untuk memberantas hama kami melakukan penyemprotan secara rutin," jelas Wafi.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak