SITUBONDO – Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, melaporkan produksi padi sepanjang tahun 2025 mencapai 321.723 ton, melampaui target yang ditetapkan Kementerian Pertanian sebesar 241.266 ton.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengatakan, capaian tersebut menjadi bukti keseriusan dan komitmen pemerintah daerah dalam menjadikan sektor pertanian sebagai program prioritas, sekaligus sejalan dengan visi pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Capaian produksi padi tahun 2025 yang melampaui target Kementerian Pertanian ini merupakan hasil kerja keras semua pihak, mulai dari petani, penyuluh, hingga dinas terkait,” ujarnya di Situbondo, Rabu.
Menurut Bupati Rio, surplus produksi padi pada 2025 mencapai lebih dari 80 ribu ton. Hal itu tidak terlepas dari koordinasi yang solid di lapangan serta pendampingan berkelanjutan dari pemerintah daerah kepada para petani.
“Pemkab Situbondo berkomitmen terus memberikan pendampingan kepada petani agar produktivitas padi tetap terjaga. Kami juga meminta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan memastikan distribusi pupuk tidak terlambat, karena saat ini sudah memasuki masa tanam,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) Kabupaten Situbondo Dadang Aries Bintoro menjelaskan bahwa capaian produksi padi gabah kering sawah (GKS) pada 2025 juga melebihi target dalam rencana strategis (renstra), seiring dengan adanya penambahan luas tanam.
“Pada 2025, Kementerian Pertanian menargetkan luas tanam padi di Situbondo sebesar 65.133 hektare, dan alhamdulillah realisasinya melampaui target, yakni mencapai 65.151 hektare,” ujarnya.
