TUBAN-Ratusan bus rombongan peziarah Wisata Religi Sunan Bonang asal Kabupaten Situbondo memadati Kota Tuban, kemarin (30/1/2026).
Lonjakan kendaraan tersebut sempat melumpuhkan sejumlah ruas jalan protokol dan memaksa kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan.
Dilansir dari Jawa Pos Radar Tuban, kepadatan arus terjadi sejak pukul 08.00 hingga sekitar pukul 11.00. Volume bus yang datang melebihi kapasitas Parkir Wisata Kebonsari, sehingga sebagian kendaraan terpaksa parkir di tepi Jalan Gajah Mada.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Tuban Ipda Rizky Dwi Prasetyo mengatakan, potensi kepadatan telah diantisipasi sejak awal.
Menurut dia, koordinator rombongan peziarah telah berkoordinasi dengan kepolisian jauh sebelum kedatangan.
“Sejak awal kami sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas apabila terjadi penumpukan volume kendaraan,” ujar Rizky kepada wartawan.
Berdasarkan data Satlantas Polres Tuban, tercatat sedikitnya 152 bus yang masuk ke kawasan Wisata Religi Sunan Bonang.
Jumlah peziarah yang datang diperkirakan mencapai sekitar 8.400 orang. Seluruhnya berasal dari Pondok Pesantren Walisongo, Situbondo. Mereka adalah santri dan keluarganya, alumni, dan masyarakat sekitar pondok setempat.
Untuk mengantisipasi kepadatan dari arah timur, Satlantas Polres Tuban sempat memberlakukan pengalihan arus di Simpang Empat Jalan Gajah Mada. Kendaraan dari arah barat yang hendak melintas di depan Parkir Wisata Kebonsari dialihkan ke sejumlah ruas jalan alternatif.
“Kendaraan kami arahkan belok kiri melalui Jalan Lukman Hakim, Jalan Pemuda, kemudian tembus ke Jalan Panglima Sudirman,” jelas Rizky.
Sementara itu, Ahmad, salah seorang panitia ziarah Pondok Pesantren Walisongo Situbondo, mengatakan bahwa kegiatan ziarah wali songo merupakan agenda rutin tahunan yang biasanya dilaksanakan menjelang bulan Ramadan.
“Tahun lalu ada sekitar 120 bus, tahun ini meningkat menjadi sekitar 154 bus,” kata Ahmad.
