SITUBONDO-Jelang lebaran biasanya masyarakat akan menyerbu pasar tradisional maupun pusat perbelanjaan demi membeli pakaian atau kue khas Idul Fitri. Namun hingga kini Pasar Mimbaan Situbondo kondisi masih terlihat sepi didatangi para pengunjung.
Sebelumnya diketahui pedagang pakaian di Pasar Mimbaan Situbondo mengeluh omzet penjualan mereka menurun. Pedagang juga mengaku di momen lebaran ini, daya beli masyarakat merosot.
Salah satu pengunjung,Gufron mengungkapkan pakaian di Pasar Mimbaan dibanderol dengan harga yang jauh lebih mahal dibandingkan pasar lain.
"Aku nemenin Ibuk, jarang emang ke sini karena mahal kalo dibandingin pajak lain," ujarnya saat diwawancarai Orbitz.id, kamis (19/3/2026)
Gufron menyebut bahwa harga yang ditetapkan pedagang sangat tinggi dibanding dari harga jual aslinya.
Sehingga jika tidak pandai menawar maka akan dapat barang dengan harga tinggi.
"Tinggi sekali orang ini matok harga, kalau ngga pandai-pandai nawar, yaudahlah. Kaya tadi, dibilangnya 250ribu, sekali mau pergi baru dikasih ya harga 80rb, kan tinggi kali itu," lanjutnya.
Pengunjung lain, Fitri mengaku meskipun harga yang ditawarkan cukup mahal, kualitas kain pakaian di Pasar Mimbaan ini cukup bagus.
"Bagus kain di sini, cuma ya kalau nggak pandai nawar jangan belanja di sini," ujarnya.
Fitri juga menyebut bahwa sekarang pilihan tempat membeli pakaian lebih beragam, salah satunya adalah via aplikasi online. Menurutnya banyak orang yang lebih memilih membeli di toko dengan banderol harga yang sudah pasti.
"Kalau anak muda banyak yang ke plaza, yang udah ada banderolnya jadi nggak perlu nawar, udah gitu ada juga yang online," tutupnya.
