Walisongo Situbondo Menguat Jadi Kandidat Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU


Orbitz — Pesantren Walisongo Situbondo menguat sebagai salah satu kandidat lokasi penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang direncanakan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026.

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH, Miftahul Achyar, menyatakan bahwa waktu pelaksanaan muktamar telah mengacu pada siklus lima tahunan organisasi, sementara penentuan lokasi masih dalam tahap pembahasan.

Menurut dia, pelaksanaan muktamar di lingkungan pesantren menjadi salah satu opsi utama, mengingat posisi strategis pesantren dalam sejarah dan perkembangan NU. Dalam konteks tersebut, Pesantren Walisongo Situbondo dinilai memiliki kesiapan infrastruktur dan pengalaman dalam menyelenggarakan kegiatan berskala besar.

“Bisa juga dilaksanakan di pesantren, apakah di Walisongo yang all in, atau di daerah lain,” kata Miftahul saat Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) PWNU Jawa Timur.

Pesantren Walisongo Situbondo yang diasuh KH Raden Kholil As’ad dikenal sebagai salah satu pesantren besar di Jawa Timur dengan jumlah santri yang signifikan serta fasilitas yang terus berkembang. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mendorong munculnya nama Walisongo sebagai kandidat kuat tuan rumah muktamar.

Selain Situbondo, sejumlah daerah lain juga masuk dalam bursa calon lokasi. Beberapa di antaranya adalah provinsi Nusa Tenggara Barat dan Sumatera Barat, serta kota-kota besar seperti Surabaya dan Jakarta. PBNU disebut masih mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kesiapan teknis, aksesibilitas, hingga dukungan pemerintah daerah.

Di sisi lain, Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur menyatakan kesiapan untuk mendukung penuh pelaksanaan Muktamar ke-35 NU, termasuk jika provinsi tersebut kembali dipercaya menjadi tuan rumah. Namun demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan PBNU.

Muktamar ke-35 NU dipandang sebagai momentum strategis bagi organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut, terutama dalam menyongsong abad kedua NU. Forum ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga ruang untuk merumuskan arah kebijakan ke depan, termasuk penguatan peran pesantren, kemandirian ekonomi warga, serta respons terhadap dinamika sosial dan keagamaan.

Dengan menguatnya nama Walisongo Situbondo, pelaksanaan muktamar di lingkungan pesantren dinilai dapat mempertegas identitas NU sebagai organisasi yang berakar kuat pada tradisi pesantren.

Hingga saat ini, PBNU belum mengumumkan secara resmi lokasi penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU. Keputusan tersebut diperkirakan akan ditetapkan melalui mekanisme organisasi dalam waktu mendatang.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak