Seorang pria berinisial MS (45) warga Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi meninggal terjepit dashboard mobil pikap yang dikemudikannya, setelah ditabrak truk boks nopol B 9500 XV, Kamis (11/12/2025).
Selain mengakibatkan sopir pikap meninggal, dalam perjalanan ke RSUD Asembagus, Situbondo. Namun, akibat tabrakan adu banteng tersebut, bodi depan mobil pikap nopol P 8618 VH yang dikemudikan korban meninggal, kondisinya ringsek tak berbentuk.
Bahkan, insiden tabrakan yang terjadi di Jalur Pantura Situbondo, tepatnya di jalan raya kawasan hutan Baluran Situbondo, juga mengakibatkan jalur Pantura yang menghubungkan Situbondo-Banyuwangi sempat macet total.
Diperoleh keterangan, insiden tabrakan di kawasan hutan Baluran Situbondo, berawal saat korban MS mengemudikan mobil pikapnya, melaju dari arah barat menuju ke arah timur, MS mengemudikan mobil pikapnya dengan kecepatan sedang.
Saat korban melintas di lokasi kejadian, MS tidak dapat mengendalikan kemudinya. Sehingga mobil pikapnya oleng ke kanan, sedangkan saat bersamaan dari arah berlawanan muncul truk boks, yang dikemudikan CP (28) warga Desa/Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo.
Namun, karena jarak kendaraan lain jenis sangat dekat, sehingga tabrakan tak dapat dihindari. Bahkan, akibat benturan keras tersebut, bodi depan mobil pikap ringsek tak berbentuk, sebelumnya akhirnya terperosok ke drainase dilokasi kejadian.
“Sebelum terjadi insiden tabrakan, mobil pikap yang melaju dari arah barat oleng ke kanan. Bahkan, benturan dua kendaraan tersebut sangat keras,”ujar Yanto, salah seorang pemotor dilokasi kejadian.
Kanit Gakkum Polres Situbondo, Ipda Hariyanto mengatakan, karena tubuh MS terjepit dashboard mobil pikap yang dikemudikannya, sehingga petugas yang dibantu sahabat baluran, mereka mencoba mengeluarkan tubuh MS secara manual.
“Namun, saat korban berhasil dievakuasi, MS meninggal dalam perjalanan menuju ke RSUD Asembagus, Situbondo,”kata Ipda Hariyanto.
Menurutnya, dugaan sementara, penyebab tabrakan adu banteng yang mengakibatkan MS meninggal itu, akibat MS tidak dapat mengendalikan kemudi mobil pikapnya.
“Dugaan sementara, penyebab tabrakan di kawasan hutan Baluran Situbondo tersebut, karena MS mengemudikan dalam kondisi mengantuk,”pungkasnya.
