Ulama Kharismatik Situbondo Hadiri Pengajian dan Doakan Pembangunan Bandara KASA


SITUBONDO – Dua ulama kharismatik Jawa Timur, KHR. Moh. Kholil As’ad Syamsul Arifin dari Pondok Pesantren Walisongo Situbondo dan KHR. Ach. Azaim Ibrahimy dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, menghadiri pengajian dan tasyakuran pembangunan Bandara KHR As’ad Syamsul Arifin (KASA), Selasa (16/12).

Kehadiran kedua tokoh ulama tersebut dipandang sebagai simbol persatuan antara ulama, negara, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan strategis nasional di Kabupaten Situbondo.

Selain memberikan doa dan dukungan, Pengasuh Pondok Pesantren Walisongo, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, KHR. Moh. Kholil As’ad Syamsul Arifin, menyampaikan tausiah mengenai pentingnya pembangunan bandara sebagai sarana kemaslahatan umat dan kemajuan daerah.

Tausiah tersebut disampaikan dalam kegiatan pengajian dan selamatan pembangunan Bandara KASA yang digelar di lokasi pembangunan landasan pacu kawasan Pantai Banongan, Kecamatan Asembagus.

Sementara itu, KHR. Ach. Azaim Ibrahimy dalam tausiahnya mengenang dawuh almarhum KHR. As’ad Syamsul Arifin yang pernah menyampaikan bahwa suatu hari Situbondo akan memiliki bandara, bahkan menjadi titik keberangkatan ibadah haji. Menurutnya, dawuh tersebut dahulu terasa sulit dipercaya, namun kini mulai menunjukkan wujud nyata.

“Kami yang mendengar cerita itu dulu setengah percaya dan setengah tidak percaya. Namun hari ini, pelan-pelan mulai terwujud,” ujar Kiai Azaim.

Pengajian dan tasyakuran pembangunan Bandara KASA tersebut turut dihadiri Brigjen TNI Zainul Bahar yang mewakili Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah, jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, serta sekitar 20.000 jamaah dari berbagai wilayah di Situbondo.

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyampaikan bahwa pembangunan Bandara KHR As’ad Syamsul Arifin tidak hanya diperuntukkan bagi kepentingan pertahanan negara, namun juga dirancang sebagai bandara multifungsi yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.

“Bandara ini kami dorong agar ke depan tidak hanya digunakan untuk kepentingan militer, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk penerbangan kemanusiaan, kebencanaan, hingga penerbangan sipil,” ujar Rio.

Ia menjelaskan, bandara tersebut memiliki panjang landasan pacu sekitar 2.500 meter, sehingga berpotensi didarati pesawat berbadan besar seperti Airbus dan Boeing. Bandara KASA sendiri telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan total anggaran dari Pemerintah Pusat sekitar Rp1,7 triliun.

Pembangunan Bandara KASA diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan konektivitas wilayah timur Pulau Jawa.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak