SURABAYA – Jajaran pengurus inti Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Situbondo Kota memenuhi undangan resmi Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur untuk mengikuti forum tabayun atau klarifikasi terkait polemik penunjukan caretaker kepengurusan oleh PCNU Situbondo. Pertemuan berlangsung di Kantor PWNU Jawa Timur, Surabaya, Sabtu (4/7/2026).
Agenda tersebut merupakan tindak lanjut dari surat undangan PWNU Jawa Timur Nomor 1176/PW.01/A.I.01.49/16/06/2026 tertanggal 30 Juni 2026 yang mengundang jajaran pengurus inti MWC NU Situbondo Kota untuk mengikuti forum tabayun terkait polemik tersebut.
Usai pertemuan, perwakilan pengurus MWC NU Situbondo Kota, Ustad Abdullah Azali, menyampaikan apresiasi kepada PWNU Jawa Timur yang telah memberikan ruang untuk menyampaikan penjelasan dan aspirasi terkait persoalan yang berkembang.
"Alhamdulillah pada hari ini kami menyampaikan hasil tabayun kepada pengurus PWNU Jawa Timur. Kami sangat berterima kasih kepada beliau-beliau yang telah berkenan mendengarkan keluh kesah kami terkait masalah caretaker di kepengurusan MWC NU Situbondo," ujar Abdullah Azali.
Menurutnya, dalam forum tersebut PWNU Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan secara objektif dan berlandaskan prinsip keadilan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh KH. Muhammad Balya Firjaun Barlaman atau Gus Firjaun.
"Insyaallah pengurus PWNU Jawa Timur akan menyelesaikan masalah ini seadil-adilnya. Prinsipnya, i'dilu huwa aqrabu lit taqwa (berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa)," kata Gus Firjaun.
Abdullah Azali juga mengajak seluruh warga Nahdliyin, khususnya para pengurus ranting dan anak ranting di wilayah Situbondo Kota, untuk tetap tenang, menjaga kondusivitas organisasi, serta mempercayakan proses penyelesaian persoalan kepada PWNU Jawa Timur.
Ia berharap hasil tabayun tersebut menjadi titik temu yang mampu memperkuat persatuan, menjaga keharmonisan internal organisasi, serta mengembalikan jalannya kemudi jam'iyah agar tetap selaras dengan garis perjuangan yang dicita-citakan oleh para muassis (pendiri) Nahdlatul Ulama.
