Resmi Bertransformasi, STAI Nurul Huda Kini Menjadi Institut Agama Islam Nurul Huda


SITUBONDO-Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Huda Kapongan kini resmi berubah menjadi Institut Agama Islam Nurul Huda (IAINH) Kapongan. Peralihan status ini juga menjadikan IAI Nurul Huda sebagai institut pertama di Situbondo.

Pada Momentum bersejarah tersebut ditandai dengan peluncuran dan penyerahan Surat Keputusan (SK) dari Menteri Agama atas alih bentuk dari STAINH menjadi IAINH yang berlangsung di Auditorium Islamic Center Surabaya, Jumat (05/6/2026).

Ainur Rofiq.M,HI. selaku Pembantu Ketua tiga IAINH mengatakan dengan keunggulan berbasis pesantren, IAINH akan terus bertransformasi menciptakan mahasiswa yang berkarakter religius.

Saat ini pihaknya tengah menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung seperti penambahan pembangunan fisik, penataan di SDM dan penataan di bidang akademik.

“Kita lakukan pembenahan-pembenahan secara internal mulai dari penataan struktural di kampus, seperti sebutan jabatan ketua kini menjadi rektor dan perbaikan untuk masalah aturan Statuta,” ujar Ainur Rofiq saat di wawancara  Via Telepon pada Sabtu 6 Juni 2026.

Ainur Rofiq menambahkan, IAINH Kapongan saat ini memiliki program sarjana untuk 6 Prodi dari 3 fakultas, yaitu Fakultas Syariah dengan Prodi Hukum Ekonomi Islam dan Hukum Keluarga Islam, Fakultas Tarbiyah dengan Prodi Manajemen  Pendidikan Islam dan Pendidikan Bahasa Arab,Fakultas Dakwah dengan Prodinya Komunikasi Penyiaran Islam, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah.

Ainur Rofiq menyebut, pendidikan di IAINH Kapongan berbasis pondok pesantren, yang harapannya dengan berbasis pesantren itu para mahasiswa yang kuliah di IAINH Kapongan bisa mendalami pendidikan agama juga.

Saat ini, jelas Ainur Rofiq, jumlah mahasiswa di IAINH kapongan mencapai 600 orang dari 6 Prodi dan 3 Fakultas. Dan ke depan, rencana ada pengembangan Prodi lagi.

Diakui olehnya, proses pengajuan perubahan bentuk dari STAI menjadi IAI memerlukan waktu lumayan lama, yang diawali dengan pembentukan Tim Alih Status di tahun 2016. Setelah pengajuan proposal, ditindaklanjuti dengan visitasi lapangan oleh tim dari Kemenag.

Penetapan ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam di Situbondo, sekaligus menegaskan komitmen lembaga dalam meningkatkan kualitas akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan perubahan status ini, IAINH kini memiliki keleluasaan lebih besar dalam pengelolaan program studi serta pengembangan keilmuan yang lebih luas.

Rektor Institut Agama Islam Nurul Huda (IAINH), H. Muhammad Taufiq.M,Pd,I, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas pencapaian ini. “Alhamdulillah, ini adalah amanah besar yang harus kita emban bersama. Alih status ini bukan sekadar perubahan nama, tetapi juga peningkatan tanggung jawab dalam mencetak generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas akademik dan memperluas cakupan keilmuan demi kemajuan pendidikan Islam di Situbondo dan sekitarnya,” tegasnya.

Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras seluruh civitas akademika, dukungan masyarakat, serta peran aktif berbagai pihak dalam memperjuangkan pengembangan institusi. Dengan perubahan ini, IAINH diharapkan mampu menjadi pusat pendidikan Islam yang lebih maju, berdaya saing, dan memberi kontribusi nyata bagi dunia pendidikan serta masyarakat luas.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak