SITUBONDO– Dalam rangka mengedukasi pelajar, Bupati Situbondo Yusuf Wahyu Rio Prayogo mengunjungi SMAN 1 Panji, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Senin, 12 Januari 2026.
Kehadiran Bupati Situbondo yang akrab disapa Mas Rio tersebut untuk mengimbau sekaligus mengajak para pelajar agar tidak membuang sampah sembarangan di musim hujan serta tidak melakukan aksi balap liar.
"Berbicara bencana alam banjir di Kabupaten Situbondo sering terjadi pada awal tahun pada bulan Januari hingga Februari. Tapi, kita sudah melakukan mitigasi-mitigasi dengan menormalisasi beberapa aliran selokan maupun sungai," kata Bupati Situbondo.
“Alhamdulillah,” sambung Mas Rio, tadi malam pihaknya mendapat informasi dari masyarakat desa bahwa rumah yang sebelumnya kerap kemasukan air saat hujan deras, kini tidak lagi mengalami hal tersebut setelah dilakukan normalisasi.
"Kita sudah melakukan mitigasi dan normalisasi, tapi tidak cukup seperti itu saja. Namun, kita mau melakukan pembangunan kesadaran bagi siswa-siswi di sekolah-sekolah akan dijadikan gerakan bersama kesadaran ekologis. Minimal, mereka tidak buang sampah sembarangan," kata Bupati Situbondo
Menurut Bupati Rio, kesadaran ekologis harus dibangun sejak dini di bangku sekolah, terlebih letak geografis Situbondo berada di hilir sehingga sangat rentan terjadi banjir jika perilaku masyarakat tidak dibenahi.
Oleh karena itu, lanjutnya, edukasi kesadaran ekologis mengenai prinsip-prinsip keseimbangan alam bagi para pelajar penting dalam menjaga wilayah itu dari ancaman banjir.
"Situbondo ini posisinya berada di wilayah hilir dan tidak akan berpindah, jadi kita yang harus beradaptasi dengan menjaga lingkungan," kata Rio.
Bupati menyampaikan juga fokus mitigasi fisik dengan melakukan normalisasi di berbagai titik sungai dan saluran air menunjukkan hasil yang positif.
"Kami mendapatkan informasi dari masyarakat yang selama ini jadi langganan banjir sudah tidak terjadi lagi setelah sungai dilakukan normalisasi," tuturnya.
Rio menambahkan, normalisasi sungai merupakan solusi jangka pendek. "Harapan kami kampanye bersih dari sampah keliling ke sekolah-sekolah ini mampu menciptakan agen perubahan dari kalangan pelajar," ujarnya.
