SITUBONDO-PK PMII STAI Nurul Huda kembali bersuara pasca melakukan aksi demo di depan Kapolres Pada Senin 11 Mei 2026,Situbondo,mereka menduga adanya dugaan keterlibatan Oknum Polisi dalam kasus penimbunan BBM Subsidi yang terjadi beberapa bulan lalu.
Korlab demo, Zayyin,kembali bersuara terkait kasus Penimbunan BBM Subsidi oleh oknum inisial (A) yang pada saat sekarang tercatat sebagai dalam pencarian Orang (DPO), namun belum ada tindak lanjut dari pihak Polres Situbondo,Minggu,(17/5/2026).
“Saya akan kembali ke jalan jika orang-orang yang sudah menjadi DPO belum terbongkar,kita akan terus mengkawal kasus ini sampai dengan orang di balik layar terungkap”, lantang Zayyin.
Kordinator Lapangan Zayyin, juga menyoroti barang bukti yang di lelang sebelum tersangka terungkap dan juga akan kembali mempertanyakan tentang tuntutan yang kemaren di bawa melakukan aksi demo kemaren.
“Kalo yang saya ketahui itu Kenapa Barang bukti di lelang terlebih dahulu padahal aktor utamanya masih belum terungkap kalo kita mengaca pada aturan barang bukti yang setatus masih dalam penyelidikan tidak dapat dirubah, Kami menduga adanya dugan permainan aktor utama dengan oknum kepolisian”, ucap zayyin.
Massa aksi juga sempat bertanya tentang barang bukti yang dilelang tersebut namun dari pernyataan dari pihak kapolres Situbondo dengan alasan barang di lelang dikarenakan mudah terbakar dan berbahaya.
Dari beberapa tuntutan yang yang mereka bawa saat demo kemarin mereka juga akan terus mengkawal pasca demo untuk menindaklanjuti tuntutan yang mereka bawa.
Sementara itu ketua Komisariat PMII STAI Nurul Huda,Khariri Huzaini, mengatakan pihaknya akan melakukan aksi demo yang lebih besar lagi dari pada aksi kemaren jikalau kasus ini trus mandek dan orang dalam DPO masih belum di tangkap.
“Saya akan melakukan demo yang lebih besar lagi jika tuntutan kami tidak dihiraukan dan kami sudah mengkondisikan ini kepada semua komisariat se kabupaten Situbondo, Masyarakat kecil yang sering diberlakukan tidak adil maka kami yang harus kembali ke jalan”,ujar Hariri dalam wawancaranya pada media.
Mereka juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk segera menangkap DPO yang diduga ada orang tersebut untuk ditindak seadil adilnya demi kepentingan masyarakat yang telah dirugikan akibat kasus ini.
