Mas Rio menegaskan, pemerintah daerah tidak mengalokasikan dana APBD untuk penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, masyarakat yang ingin ikut berpartisipasi dipersilakan memberikan sumbangan secara sukarela sebagai bentuk kebersamaan dalam menyukseskan haul para masyayikh.
"Kalau ada masyarakat yang ingin menyumbang tentu dipersilakan. Para kiai menyumbang, jamaah menyumbang, dan semuanya ikut berpartisipasi melalui rekening Ittisholana," ujar Mas Rio.
Pernyataan tersebut diperkuat oleh Anggota DPRD Situbondo, H. Muhammad Badri, S.T. Menurutnya, Haul Masyayikh Ittisholana merupakan kegiatan keagamaan yang lahir dari semangat gotong royong masyarakat dan tidak menggunakan anggaran pemerintah daerah.
"Haul Masyayikh Ittisholana merupakan kegiatan keagamaan yang lahir dari semangat gotong royong masyarakat. Seluruh pembiayaan berasal dari sumbangan sukarela para kiai, jamaah, dan masyarakat, sehingga tidak menggunakan APBD maupun APBD Perubahan. Semangat kebersamaan inilah yang harus terus kita jaga agar kegiatan ini menjadi ladang ibadah sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah," kata Badri.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan Haul Masyayikh Ittisholana dengan menjaga ketertiban serta mendukung pelaksanaan acara yang diperkirakan akan dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah.
Haul Masyayikh Ittisholana menjadi momentum untuk mengenang jasa para ulama dan masyayikh sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah. Dengan semangat gotong royong, penyelenggara berharap kegiatan tersebut dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa membebani keuangan daerah.
