Pemkab Situbondo alokasikan 1,1 M untuk Korban Banjir Bandang



SITUBONDO- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, Jawa Timur, mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,1 miliardari dana Biaya Tak Terduga (BTT) untuk membantu korban banjir bandang yang menerjang beberapa kecamatan di wilayah tersebut. Dana tersebut digunakan untuk perbaikan ratusan rumah warga yang terdampak akibat bencana alam yang terjadi pada awal tahun 2026.

Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyalurkan bantuan berupa uang tunai kepada 277 warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat banjir bandang yang terjadi pada tanggal 21 Januari 2026. Bantuan ini diberikan berdasarkan tingkat kerusakan rumah warga.

"Kemarin kami menyalurkan bantuan uang tunai kepada 277 warga korban banjir bandang dan rumahnya rusak berat, sedang, dan rusak ringan," ujar Bupati Rio di Situbondo, Selasa.

Bantuan Tersebut diperuntuhkan Rp20 juta untuk korban dengan rumah rusak berat, Rp10 juta untuk rumah rusak sedang ,Bantuan mulai dari Rp1 juta hingga Rp5 juta untuk rumah rusak ringan.

Banjir bandang yang melanda Situbondo tidak hanya terjadi sekali, tetapi dalam dua gelombang, yaitu pada 21 Januari dan 7 Maret 2026. 

Bupati Rio menyampaikan bahwa bencana tersebut telah menyebabkan ribuan rumah warga terdampak, kerusakan infrastruktur, serta kerugian besar di sektor pertanian.

"Ada ribuan rumah terdampak banjir bandang yang terjadi dalam dua gelombang," ujar Bupati Rio.

Menurutnya, total kebutuhan anggaran untuk penanganan dampak bencana ini mencapai Rp165 miliar. Anggaran tersebut dibutuhkan untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak, termasuk 12 jembatan yang ambruk, serta pemulihan lahan pertanian yang mengalami kerusakan dan gagal panen.

"Jika kami hitung, kebutuhan untuk mengatasi dampak banjir bandang mencapai Rp165 miliar, sementara finansial yang kami miliki sangat terbatas,"jelas Bupati Rio.

Untuk memenuhi kebutuhan anggaran besar tersebut, Pemkab Situbondo sudah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pemerintah pusat. Bupati Rio berharap bantuan dana dari kedua pihak tersebut dapat mempercepat proses pemulihan pascabanjir bandang.

"Kami minta bantuan ke Pemprov Jatim dan pemerintah pusat, karena banyak sekali yang harus kami atasi, terdampak paling banyak bidang pertanian, infrastruktur jalan, ada juga 12 jembatan ambruk, sehingga ditotal membutuhkan dana Rp165 miliar," kata Rio.

Bupati Rio juga mengimbau warga yang menerima bantuan tunai agar memanfaatkan dana tersebut secara bijak. Bantuan harus digunakan untuk memperbaiki rumah yang rusak akibat banjir bandang agar kondisi hunian kembali layak dan aman dihuni.

"Kami minta warga yang mendapatkan bantuan untuk menggunakan uang bantuan itu sebaik mungkin dan memperbaiki rumah mereka yang rusak akibat bencana banjir," tutup Bupati.

alokasi dana sebesar Rp1,1 miliar ini merupakan langkah awal penting dalam membantu warga terdampak banjir bandang di Situbondo, namun masih sangat jauh dari jumlah total kerugian yang diperkirakan mencapai Rp165 miliar. Hal ini menandakan tantangan besar yang harus dihadapi pemerintah daerah dalam pemulihan pascabanjir, terutama dengan keterbatasan sumber daya finansial.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak