Terombang-ambing di Laut, Nelayan Situbondo Diselamatkan Kapal Penumpang


SITUBONDO-Cuaca buruk di laut menjadi ancaman serius bagi para nelayan. Satuan Kepolisian Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Situbondo mengimbau para nelayan untuk memastikan keselamatan dengan mewaspadai kondisi cuaca ekstrem saat melaut.

Setelah menerima informasi mengenai sebuah perahu nelayan yang terbalik dihantam gelombang tinggi di perairan utara Taman Nasional Baluran, petugas Satpolairud langsung bergerak ke lokasi guna memastikan kondisi korban.

Nelayan yang mengalami musibah tersebut bernama Puji Pranoto (45). Meski saat ini masih mengalami trauma akibat kejadian itu, berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, korban dinyatakan dalam kondisi sehat dan telah dipulangkan kepada pihak keluarga.

Kejadian bermula saat korban terombang-ambing di tengah laut dan berhasil ditemukan oleh Kapten KMP Trimas Laila, Hadi Wijaya (37). Saat itu, kapal sedang dalam pelayaran dari Pelabuhan Lembar menuju Pelabuhan Jangkar. 

Di tengah perjalanan, kapten melihat korban berupaya bertahan di atas perahu fiber yang telah terbalik dan terikat pada rumpon.

"Dari kejauhan saya melihat korban sudah terombang-ambing dengan kondisi masih berusaha bertahan di atas kapalnya yang sudah terbalik," ujar Hadi Wijaya.

Menyadari situasi darurat tersebut, kapten memerintahkan Anak Buah Kapal (ABK) untuk segera mengevakuasi korban. 

Petugas ABK membuka pintu rampa dan melemparkan pelampung ke arah korban. Korban kemudian ditarik ke atas geladak KMP Trimas untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Lantaran harus melanjutkan pelayaran, pihak KMP Trimas kemudian menyerahkan proses evakuasi korban kepada petugas Satpolairud dan unsur maritim lainnya.

Berdasarkan keterangan korban, musibah terjadi saat ia sedang mencari ikan. Tiba-tiba, perahu kehilangan keseimbangan dan tenggelam setelah dihantam gelombang tinggi.

"Di tengah laut cuaca memburuk, gelombang tinggi datang dan menghantam perahu korban," kata Kasat Polairud Polres Situbondo, AKP Gede Sukarmadiyasa, Jumat (6/3/2026).

Beruntung nyawa korban berhasil diselamatkan. Kerugian yang dialami berupa kerugian materiil, yakni satu unit perahu fiber beserta mesinnya yang ditaksir mencapai Rp 45 juta.

Menyikapi kejadian ini, Kasat Polairud mengimbau para nelayan dan masyarakat pesisir untuk senantiasa waspada terhadap kondisi cuaca terkini.

"Kami minta nelayan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca terkini dan selalu melengkapi diri dengan peralatan keselamatan," pungkasnya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak