Situbondo Jadi Pusat Industri Rumput Laut Terbesar di Indonesia


SITUBONDO-Kabupaten Situbondo berhasil bertransformasi menjadi salah satu pusat industri pengolahan rumput laut terbesar di Indonesia dengan produk unggulan berupa tepung agar-agar dan karagenan yang memasok pasar domestik hingga ekspor.

Kabupaten Situbondo yang memiliki garis pantai terpanjang di Jawa Timur kini menjadi sentra produksi olahan rumput laut meski mayoritas masyarakatnya bukan berprofesi sebagai petani rumput laut.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran pengusaha lokal, Liauw Willy Wijaya, yang juga menjabat komisaris di sejumlah perusahaan strategis, termasuk PT Budidaya Tampora di Kecamatan Banyuglugur.

Ia dinilai berkontribusi besar dalam menarik minat investor asing untuk menanamkan modal di Situbondo.

“Sebenarnya Situbondo ini memiliki potensi yang sangat luar biasa, mulai dari sektor perikanan, kelautan, pelabuhan, hingga pertambangan. Tenaga kerja lokalnya juga sangat mumpuni dan terkenal pekerja keras,” ujar Willy, Minggu (31/5/2026).

Willy mengungkapkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir dirinya berhasil membawa sedikitnya lima perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) dari Tiongkok untuk berinvestasi di Kabupaten Situbondo.

Seluruh perusahaan tersebut bergerak di sektor hilirisasi rumput laut, yakni PT Hong Xin, PT Yu Xin, PT Fuyuan, PT Green One, dan PT Liva.

“Sekarang Situbondo menjadi pusat produksi rumput laut terbesar di Indonesia. Banyak masyarakat yang belum tahu bahwa bahan bakunya justru didatangkan dari berbagai daerah di luar Jawa, seperti Kalimantan, NTT, dan NTB, kemudian diproses dan diproduksi di sini,” jelasnya.

Kehadiran industri tersebut membawa dampak besar terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.

Ribuan warga Situbondo kini menggantungkan hidupnya di sektor ini karena setiap pabrik mampu menyerap ratusan pekerja lokal.

Selain itu, Willy terus mengembangkan lini bisnisnya melalui usaha pengolahan limbah udang menjadi kitosan yang digunakan sebagai bahan baku suplemen kapsul.

Ia juga tengah merampungkan perizinan penambangan pasir besi di wilayah pesisir Situbondo yang diperkirakan memiliki cadangan hingga 200 juta ton.

Melalui PT Budidaya Tampora, Willy bersiap merealisasikan pembangunan kawasan industri terpadu seluas 30 hektare di Kecamatan Banyuglugur.

Kawasan tersebut akan dilengkapi pelabuhan khusus dan diproyeksikan mampu menyerap hingga 3.000 tenaga kerja baru.

“Rencana kawasan industri ini sebenarnya sudah dirancang sejak tahun 2020, namun sempat tertunda akibat pandemi Covid-19 dan kendala sengketa lahan. Harapan kami proyek ini bisa segera terealisasi dalam waktu dekat,” tuturnya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak