SITUBONDO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo terus memperkuat konektivitas wilayah pelosok melalui pembangunan 36 titik Jembatan Perintis Garuda. Program ini diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat di daerah pegunungan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses transportasi.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, bersama Komandan Kodim 0823 Situbondo, Ferry Ardian, meninjau langsung progres pembangunan jembatan gantung di Kecamatan Sumbermalang, Sabtu (20/6/2026). Infrastruktur tersebut dibangun untuk menghubungkan dua desa yang terpisah oleh medan pegunungan.
Bupati yang akrab disapa Mas Rio itu mengatakan, keberadaan jembatan sangat dibutuhkan masyarakat karena selama ini akses menuju desa tetangga cukup sulit, terutama untuk keperluan pendidikan, pelayanan kesehatan, dan aktivitas ekonomi.
"Ini masih satu kecamatan, tetapi beda gunung, sehingga sangat dibutuhkan masyarakat. Jembatan ini adalah urat nadi penghubung kehidupan warga," ujarnya.
Program Jembatan Perintis Garuda merupakan inisiatif pemerintah pusat yang dilaksanakan melalui skema Karya Bakti TNI Angkatan Darat. Pembangunan tersebut terealisasi setelah Pemkab Situbondo melakukan pemetaan terhadap sejumlah titik infrastruktur yang rusak akibat bencana serta wilayah yang belum memiliki akses transportasi memadai.
"Banyak jembatan yang rusak diterjang bencana. Kami mengusulkan titik-titik pembangunan ini kepada pemerintah pusat melalui Kodim, dan alhamdulillah disetujui," kata Mas Rio.
Selain meninjau pembangunan di Kecamatan Sumbermalang, rombongan juga melihat lokasi rencana pembangunan jembatan di Desa Mojodungkol, Kecamatan Suboh. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan dilakukan sesuai skala prioritas dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Sementara itu, Dandim 0823 Situbondo, Ferry Ardian, mengungkapkan bahwa Kabupaten Situbondo mendapatkan alokasi pembangunan sebanyak 36 titik Jembatan Perintis Garuda yang akan dikerjakan secara bertahap.
"Sebanyak 21 titik akan dikerjakan pada tahap pertama, sedangkan 15 titik lainnya pada tahap kedua. Ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat konektivitas antarwilayah di daerah pegunungan," jelasnya.
Pemerintah daerah optimistis, pembangunan puluhan jembatan tersebut akan meningkatkan mobilitas warga, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta mempermudah akses layanan publik bagi masyarakat di pelosok Situbondo.
"Jembatan ini menjembatani jarak, memperpendek keterisolasian, dan membuka jalan baru bagi masa depan masyarakat," pungkas Mas Rio.
