SITUBONDO-Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, secara resmi menyambut kedatangan 1.142 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Tahun 2026.
Kehadiran ribuan intelektual muda dari berbagai perguruan tinggi ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak sekaligus energi baru dalam mempercepat laju pembangunan di tingkat desa, terutama dalam membangkitkan sektor ekonomi kerakyatan dan menyelesaikan problem sosial makro.
Dalam agenda pembekalan yang digelar di Aula Lantai II Pemerintah Kabupaten Situbondo pada Senin (29/6/2026), pria yang akrab disapa Mas Rio tersebut menekankan bahwa kolaborasi ini harus melahirkan dampak yang konkret.
Sebanyak 1.142 mahasiswa tersebut nantinya akan disebar secara masif ke 85 desa yang berada di dalam lingkup 17 kecamatan di seluruh Kabupaten Situbondo.
Pemerintah Kabupaten Situbondo juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran sivitas akademika perguruan tinggi yang telah mempercayakan mahasiswanya untuk mengabdi di wilayah Situbondo.
Mas Rio menegaskan komitmennya untuk tidak melepas mahasiswa berjuang sendiri di lapangan, melainkan akan disokong penuh oleh instansi pemerintahan setempat.
“Kami sangat mengucapkan terima kasih atas komitmen sivitas akademika yang telah mendeploy mahasiswa KKN di Situbondo. Pemerintah daerah ingin memberikan dukungan, baik secara logistik maupun melalui kerja sama yang lebih institusional, termasuk peluang program beasiswa,” ujar Mas Rio di hadapan para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan mahasiswa.
Guna memastikan keberlanjutan dampak positif tersebut, Mas Rio menargetkan penguatan regulasi kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama yang lebih matang ke depan.
Berdasarkan pengalaman pribadi yang dimilikinya semasa duduk di bangku kuliah saat menjalani KKN, ia ingin memastikan kualitas pendampingan dari pemda berjalan optimal dan interaktif, bukan sekadar formalitas rutin.
Salah satu instruksi utama yang digarisbawahi oleh Bupati Situbondo adalah transformasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ke arah ekosistem digital.
Mahasiswa diminta tidak lagi berfokus pada rutinitas konvensional seperti membuat produk baru, melainkan mempertajam strategi pemasaran dan aspek legalitas usaha lokal.
“Yang kami harapkan bagaimana mengembangkan satu entitas UMKM agar naik kelas. Misalnya membantu digital marketing, menjadi Grab Affiliate, mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat halal, dan kebutuhan legalitas lainnya,” tegasnya.
Tidak hanya menyasar sektor penguatan ekonomi, Mas Rio juga menaruh perhatian besar pada klaster pendidikan.
Mahasiswa KKN diminta sensitif dan tanggap memetakan persoalan anak putus sekolah yang masih membayangi beberapa wilayah pelosok desa di Situbondo.
Dengan modal kapasitas intelektual dan akses pengetahuan yang luas, para mahasiswa didorong untuk merumuskan formula solusi solutif bersama pemerintah daerah.
“Kami berharap kehadiran mahasiswa KKN benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi bagian dari upaya percepatan pembangunan Kabupaten Situbondo,” pungkas Mas Rio.
