Mbak Una Resmi Dilantik sebagai Ketua PMI Situbondo, Siapkan Tiga Program Prioritas

 


SITUBONDO-Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Situbondo periode 2026-2031, Husna Laili, menegaskan tiga fokus utama kepengurusannya usai dilantik Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo di Pendopo Rakyat Situbondo, Senin (8/6/2026).

Pelantikan ini menandai dimulainya kepemimpinan baru PMI Situbondo untukasa bakti lima tahun mendatang dalam memperkuat pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.

Mbak Una dalam sambutannya mengatakan bersama pengurus baru pihaknya akan membawa PMI Situbondo semakin aktif dan profesional dalam menjalankan berbagai program kemanusiaan, mulai dari pelayanan donor darah, penanggulangan bencana, pembinaan relawan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.

Mbak Una juga menyampaikan bahwa PMI juga akan bekerja dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo untuk mendukung gerakan sosial kemanusian agar PMI Situbondo dapat terus menebarkan kebaikan serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

"Kami akan semakin memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, relawan, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjalankan misi kemanusiaan di Kabupaten Situbondo," tegas Mbak Una, Senin 7 Maret 2026.

Dalam sambutannya, Mbak Una juga menegaskan bahwa keberhasilan menjalankan program kemanusiaan tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat melalui konsep Pentahelix.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, organisasi, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci untuk membesarkan PMI di Kabupaten Situbondo serta meningkatkan manfaatnya bagi masyarakat.

"Untuk bisa mensukseskan apa pun yang menjadi tujuan dan harapan kami di PMI Kabupaten Situbondo, kita perlu bergerak bersama dan berjalan bersama. Di sinilah pentingnya kolaborasi Pentahelix," ujarnya.

Fokus kedua, lanjut Husna, adalah peningkatan kapasitas sekaligus penguatan kader PMI hingga tingkat desa melalui Palang Merah Remaja (PMR) dan Korps Sukarela (KSR). 

Ia mengaku akan menghidupkan kembali semangat PMR dan KSR di sekolah maupun lingkungan masyarakat agar nilai-nilai kemanusiaan semakin dirasakan hingga tingkat bawah.

"Harapannya dari seperti itu akan lahir regenerasi dan juga semangat PMR, nilai-nilai kemanusiaan ini bisa dirasakan hingga tingkat bawah," katanya. 

Selain itu, PMI Situbondo juga akan memprioritaskan penguatan mitigasi dan penanganan kebencanaan mengingat Situbondo merupakan daerah rawan bencana. 

Mbak Una menyinggung banjir yang melanda wilayah barat Situbondo sebanyak dua kali pada awal 2026 dan menyebabkan ribuan rumah serta lahan persawahan terdampak. "Nah kita ingin PMI Kabupaten Situbondo hadir nantinya di dalam mitigasinya maupun dalam tindakan perbaikannya nanti di kebencanaan ini," ujar dia.

Sementara itu, Imam Utomo Ketua Umum PMI Jawa Timur, dalam sambutannya mengatakan bahwa seluruh pengurus PMI pada hakikatnya adalah relawan yang mengabdikan diri untuk tugas-tugas kemanusiaan.

"PMI tidak membedakan status atau jabatan, karena semua pengurus memiliki semangat yang sama, yakni membantu sesama yang membutuhkan.

PMI bertugas menjalankan misi kemanusiaan baik dalam situasi damai maupun saat terjadi konflik," kata Imam Utomo.

Dalam kondisi apa pun, lanjut mantan Gubernur Jawa Timur, PMI hadir untuk memberikan pertolongan kepada masyarakat yang terdampak musibah, bencana, maupun keadaan darurat lainnya.

Imam Utomo, menekankan bahwa tugas utama PMI meliputi penanganan kebencanaan, pelayanan kemanusiaan, serta pengelolaan donor darah bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan semangat sukarela dan pengabdian.

PMI memiliki landasan hukum yang kuat melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 yang mengatur prinsip-prinsip dasar organisasi, termasuk prinsip sukarela dan independen, " tegas Imam Utomo.

Karena itu, kata Imam Utomo, PMI harus tetap netral dan tidak berafiliasi dengan kepentingan pihak mana pun. Selain dikelola oleh PMI sendiri, organisasi ini juga menjadi bagian dari urusan pemerintahan sehingga membutuhkan sinergi yang erat dengan pemerintah daerah, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam penanganan bencana.

"Saya berharap Ketua dan Penguurus PMI Situbondo yang baru dilantik, dalam melaksanakan tugasnya, PMI menerapkan standar respons cepat. Saat terjadi bencana, PMI ditargetkan sudah berada di lokasi maksimal enam jam setelah kejadian untuk bergabung dengan BPBD," tegas Imam Utomo

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak