SITUBONDO — Pemerintah Kabupaten Situbondo bersama Panitia Pelaksana Nasional terus mematangkan persiapan menjelang perhelatan akbar Haul Masyaikh Ittisholana yang dijadwalkan berlangsung pada 18–19 Juli 2026. Sinergi lintas sektoral ini diperkuat guna mengantisipasi lonjakan jemaah sholawat nariyah yang diprediksi akan menembus angka 100.000 orang dari berbagai penjuru Nusantara.
Hingga Minggu (12/7/2026), progres persiapan di lapangan dilaporkan telah berjalan signifikan. Fokus utama penyelenggara saat ini mencakup optimalisasi tata letak kelola lokasi utama, rekayasa lalu lintas, penyediaan kantong parkir strategis, manajemen posko kesehatan, hingga skema pengelolaan kebersihan pasca-acara.
Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, mengonfirmasi bahwa kesiapan teknis saat ini telah mencapai kisaran 60 hingga 80 persen.
"Kami telah memasuki tahapan finalisasi untuk seluruh sektor krusial. Saat ini, panitia tinggal melakukan eksekusi taktis dan penyelarasan akhir di lapangan sebelum hari H pelaksanaan," ujar Yusuf Rio setelah memimpin rapat koordinasi pemantapan.
Estimasi kehadiran seratus ribu jemaah tersebut didasarkan pada data basis anggota jaringan sholawat nariyah yang tersebar di seluruh Indonesia. Panitia terus melakukan koordinasi intensif dengan para ketua perwakilan wilayah di tingkat provinsi dan kabupaten/kota guna memantau pergerakan massa.
Untuk memfasilitasi antusiasme yang tinggi dan mengurai potensi kemacetan di jalur darat, panitia menyediakan sedikitnya 200 unit bus gratis. Layanan transportasi massal ini diorganisasi langsung melalui perwakilan wilayah demi menjamin efisiensi mobilisasi jemaah dari berbagai titik tolak.
Selain jalur darat, panitia juga memberikan perhatian khusus pada aksesibilitas jemaah dari wilayah kepulauan. Sebanyak empat armada kapal laut telah disiapkan untuk mengangkut jemaah yang berasal dari Pulau Madura, Lombok, hingga Kalimantan. Langkah mitigasi ini diambil untuk meminimalkan risiko penumpukan penumpang pada transportasi umum reguler serta memastikan kenyamanan jemaah selama perjalanan menyeberang.
Pemerintah Kabupaten Situbondo menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh (dan integratif) demi menyukseskan acara keagamaan berskala nasional ini. Langkah ini diwujudkan melalui rapat koordinasi komprehensif yang melibatkan instansi vertikal seperti Kepolisian Resor (Polres) Situbondo, Kodim, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, serta Dinas Lingkungan Hidup.
Yusuf Rio menambahkan bahwa kehadiran pemkab bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan spesifik panitia yang kemudian disinkronkan dengan kewenangan regulasi pemerintah daerah maupun otoritas keamanan.
"Pemkab Situbondo berkomitmen penuh mendukung kelancaran acara, mulai dari aspek jaminan kesehatan, pengamanan berlapis, rekayasa arus lalu lintas, hingga penyediaan fasilitas sanitasi penunjang. Kami optimistis seluruh persiapan akan rampung tepat waktu," tegasnya.
Di akhir penjelasannya, pihak panitia mengimbau secara tegas kepada seluruh jemaah yang akan hadir agar senantiasa menjaga ketertiban, membawa perlengkapan pribadi yang dibutuhkan, serta mematuhi seluruh arahan dari panitia, relawan, dan aparat keamanan demi kelancaran, kenyamanan, dan keselamatan bersama selama acara berlangsung.
