SITUBONDO-Berapa hari terakhir, masyarakat resah dengan kelangkaan LPG (Liquified Petroleum Gas) 3 kg atau biasa disebut LPG Melon. Hal ini menjadi perhatian serius Pemkab Situbondo, sehingga Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, melakukan sidak disejumlah SPBE, pangkalan, hingga agen di wilayah Kabupaten Situbondo, Sabtu, (28/2/2026).
Adapun sidak Bupati Rio dilakukan di SPBE Kapongam dan sejumlah tempat di wilayah kecamatan Kapongan, Kecamatan Panji. Pada kenyataannya, semua pemilik agen mengatakan bahwa semua masih normal dan tetap mendapatkan jatah dari SPPBE seperti biasa, bahkan sampai turun ke pangkalan juga normal.
"Ada keluhan di beberapa wilayah Kabupaten Situbondo terjadi kelangkaan elpiji 3 kilogram saat live dan di kolom komentar," katanya,
Diterangkan oleh Bupati Situbondo yang akrab dipanggil Mas Rio ini, bahwa kelangkaan gas LPG melon 3 kg disebabkan oleh respon panic buying masyarakat yang membeli gas perorang hingga sampai 2-3 tabung LPG.
Untuk itu, ia meminta masyarakat tidak panik, sebab pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan pertamina area Banyuwangi agar ditambahkan kuota gas LPG yang ada di Kabupaten Situbondo.
“Sehingga semuanya akan terpenuhi kebutuhannya, dan tidak mengganggu kebutuhan LPG tetangga maupun masyarakat lainnya,” terangnya.
Dijelaskan juga, penyebab tidak normal adalah adanya masyarakat panik, karena kuota untuk pertanian, UMKM ini sebelumnya belum ada kuota. Namun begitu Mas Rio tetap selalu memantau kondisi di lapangan agar kelangkaan LPG di Situbondo tidak membuat masyarakat panik.
“Dan jika di temukan ada Kelonjakan harga di atas 20 ribu, maka segera lapor agar kami dapat menindak lanjuti,” jelasnya.
Sementara itu, Agus Purnomo (45), Manajer SPBE PT. AMALIA JAYA SENTOSA mengatakan pihaknya dalam satu hari bisa mengeluarkan gas LPG 16-17 rit, dimana per 1 rit-nya berjumlah 560 gas LPG.
“Jadi kalau dibilang langka itu tidak benar, sebab kita ketersediaan gas LPG tetap ada. Akantetapi mungkin untuk yang gas LPG 3 kg kebutuhan masyarakat lebih banyak,” ungkapnya.
