SITUBONDO-Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo (Mas Rio) dan Wakil Bupati Ulfiyah (Mba Ulfi) menggelar buka puasa bersama masyarakat di Alun-Alun Situbondo, Minggu (1/3/2026)
Acara bertajuk Lapor Rakyatku: Sataon Mas Rio dan Mba Ulfi Bawa Situbondo Naik Kelas itu menjadi refleksi satu tahun kepemimpinan sejak dilantik pada 20 Februari 2025.
Di tengah tantangan efisiensi anggaran nasional, dinamika fiskal daerah, hingga bencana banjir bandang, Pemkab Situbondo mengeklaim tetap fokus pada pelayanan publik dan percepatan pembangunan.
Momentum satu tahun pemerintahan Mas Rio dan Mba Ulfi ditandai dengan berbagi puluhan ribu takjil dan kegiatan buka puasa bersama masyarakat bertajuk “Lapor Rakyatku: Sataon Mas Rio dan Mbak Ulfi Bawa Situbondo Naik Kelas” di Alun-Alun Situbondo, Minggu (1/3/2026). Acara tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus komunikasi langsung antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Dalam setahun, Pemkab menjalankan 11 program prioritas yang mulai menunjukkan hasil.
Mas Rio menyebut satu tahun pertama merupakan fase konsolidasi di tengah berbagai keterbatasan.
“Kami memulai pemerintahan ini dalam situasi yang tidak mudah. Ada efisiensi anggaran, ada dinamika fiskal, bahkan ada bencana. Tapi bagi kami, tantangan bukan alasan untuk berhenti melayani masyarakat,” ujar Mas Rio di hadapan ribuan warga.
Dari sisi ekonomi makro, Situbondo mencatat capaian yang cukup menonjol. Sepanjang 2025, realisasi investasi menembus Rp1,04 triliun, tertinggi dalam lima tahun terakhir. Mas Rio menilai capaian tersebut menjadi sinyal kepercayaan investor terhadap daerah.
"Ini bukan soal angka semata, tapi soal kepercayaan. Ketika investor percaya, lapangan kerja ikut terbuka," katanya.
Dampak lanjutan dari perbaikan ekonomi terlihat pada indikator sosial. Tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 3,02 persen, sementara angka kemiskinan menurun ke level 11,17 persen. Menurut Mba Ulfi, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif lintas sektor.
"Penurunan pengangguran dan kemiskinan ini adalah hasil gotong royong banyak pihak, bukan kerja satu dua orang," ujar mbak Ulfi.
