SITUBONDO-Tim Sar gabungan berhasil menemukan seorang pria yang dilaporkan hanyut terbawa banjir di Sungai Patemon, Kecamatan Jatibanteng, Kabupaten Situbondo, pada Selasa (10/3/2026). Korban diketahui bernama Tohari (44), warga Dusun Krajan, Desa Patemon, Kecamatan Jatibanteng.
Jasad korban ditemukan dalam kondisi tanpa pakaian di pinggir aliran Sungai Lubawang, tepatnya di Dusun Petak, Desa Bloro, Kecamatan Besuki.
Penemuan ini berawal dari laporan warga bernama Arip yang melihat mayat tersebut di sela-sela tumpukan sampah sekitar pukul 16.30 WIB.
Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, membenarkan penemuan mayat tersebut. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan keluarga dan perangkat desa, korban merupakan warga yang hanyut saat banjir melanda kawasan sungai Patemon pada Sabtu (7/3/2026) lalu.
“Korban atas nama Bapak Tohari ini merupakan korban hanyut banjir pada hari Sabtu, 07 Maret 2026 di sungai Patemon. Pihak keluarga dan Kepala Desa Patemon telah mengonfirmasi bahwa ciri-ciri mayat sesuai dengan almarhum,” ujar Puriyono saat dikonfirmasi, Selasa malam.
Setelah dilakukan evakuasi oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI/Polri, Tagana, Basarnas, dan relawan, jenazah langsung dibawa ke RSUD Besuki menggunakan mobil Tagana Rescue guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Proses identifikasi berlangsung cepat dan korban berhasil dikenali oleh keluarganya.
“Pukul 20.30 WIB, mayat telah teridentifikasi dan diserahkan oleh pihak RSUD Besuki kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka di Dusun Krajan, Desa Patemon, guna dimakamkan,” jelas Puriyono.
Pihak keluarga yang ditemani Kepala Desa Patemon menyatakan menerima musibah ini sebagai takdir dan telah membuat surat pernyataan. Kondisi cuaca di lokasi kejadian saat ini dilaporkan cerah berawan.
Proses evakuasi dan identifikasi melibatkan sejumlah pihak, antara lain Camat Jatibanteng Subiryo, SH; Kapolsek Banyuglugur AKP Teguh Santoso; Kapolsek Besuki AKP Adam; serta jajaran Koramil dan perangkat desa setempat.
