Guru Ngaji Wafat, Bupati Situbondo Salurkan Santunan BPJS Rp42 Juta ke Keluarga


SITUBONDO — Yusuf Rio Wahyu Prayogo bersama BPJS Ketenagakerjaan mendatangi rumah duka almarhum Pak Asur, seorang guru ngaji di Desa Sumberejo, Kecamatan Besuki, Selasa (7/4/2026).

Dalam kunjungan tersebut, pemerintah menyerahkan santunan kematian sebesar Rp42.000.000 kepada keluarga almarhum sebagai bentuk manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Kehadiran Bupati yang akrab disapa Mas Rio itu didampingi Kepala BPJS Ketenagakerjaan Situbondo, Muzibur Rokhman. Mereka disambut keluarga dalam suasana duka yang masih menyelimuti rumah sederhana tersebut.

Santunan diserahkan langsung kepada ahli waris sebagai bentuk perlindungan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan, termasuk pekerja sektor nonformal seperti guru ngaji.

“Ini bukti nyata bahwa pemerintah hadir. Ketika peserta meninggal dunia, keluarga yang ditinggalkan mendapatkan santunan yang bisa menjadi dukungan ekonomi sementara,” ujar Rio.

Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga, terutama bagi istri dan anak-anak almarhum yang kehilangan sumber penghasilan.

Lebih lanjut, Rio menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memperluas cakupan perlindungan sosial bagi pekerja rentan. Sejumlah kelompok yang telah didaftarkan antara lain buruh tani tembakau, guru ngaji, serta tenaga pendidik PAUD.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Situbondo, Muzibur Rokhman, menjelaskan bahwa santunan yang diberikan merupakan manfaat jaminan kematian.

“Untuk kasus meninggal dunia karena sakit atau bukan kecelakaan kerja, santunannya sebesar Rp42 juta,” jelasnya.

Ia menambahkan, selain jaminan kematian, peserta juga mendapatkan perlindungan jaminan kecelakaan kerja. Jika peserta meninggal akibat kecelakaan kerja, santunan yang diberikan dapat mencapai sekitar Rp70 juta.

Dengan iuran yang relatif terjangkau, sekitar Rp5.800 per bulan, program ini dinilai memberikan manfaat besar bagi keluarga peserta.

Perwakilan keluarga almarhum menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu di tengah kondisi duka yang mereka alami.

“Kami sangat berterima kasih. Santunan ini sangat membantu kami untuk melanjutkan kehidupan,” ujar salah satu anggota keluarga.

Santunan tersebut rencananya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta biaya pendidikan anak-anak almarhum.

Saat ini, jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan dari sektor nonformal di Situbondo mencapai sekitar 4.000 hingga 5.000 orang. Pemerintah daerah bersama BPJS terus mendorong perluasan kepesertaan, termasuk bagi nelayan, marbot, dan pekerja informal lainnya.

Penyerahan santunan ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan, sekaligus bukti nyata manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak