SITUBONDO-Sebanyak 947 mahasiswa dari 10 perguruan tinggi resmi diterjunkan dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif II Tahun 2026, Selasa (14/7/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kolaborasi dari 10 perguruan tinggi, yang telah menerjunkan mahasiswanya ke Situbondo. Sebelumnya, pelepasan sebagian mahasiswa KKN juga telah dilaksanakan di wilayah Besuki.
Mas Rio memberikan instruksi tegas kepada Sekretaris Daerah (Sekda), para camat, hingga kepala desa untuk memberikan fasilitas terbaik bagi para mahasiswa. Ia menegaskan tidak boleh ada pihak desa yang menolak atau mempersulit kegiatan KKN.
"Sampaikan kepada mereka untuk membantu dan memfasilitasi kebutuhan dari adik-adik mahasiswa ini. Tidak boleh ada yang ditolak! Tidak boleh ada yang dipersulit!" tegas Mas Rio.
Secara humanis, Bupati bahkan meminta warga desa untuk tidak segan berbagi bahan makanan kepada mahasiswa KKN. "Kalau punya sayuran, adik-adik mahasiswa dikasih. Kalau ada beras, diberi," tambahnya.
Ia juga berkelakar agar mahasiswa ikut membaur dalam kegiatan keagamaan warga seperti tahlilan atau selamatan sebagai bagian dari adaptasi budaya masyarakat Nahdliyin.
Mas Rio berpesan agar mahasiswa tidak terjebak dalam terlalu banyak program kerja yang tidak tuntas. "Jangan terlalu banyak aktivitas. Cukup misalnya satu yang mau diselesaikan di satu desa itu, itu lebih baik daripada banyak tapi tidak selesai," ujarnya.
Lebih jauh Mas Rio menegaskan, bahwa Pemkab Situbondo memberikan 'karpet merah' berupa perlindungan, pengayoman, dan fasilitas penuh bagi seluruh peserta KKN, termasuk izin penggunaan fasilitas desa seperti mobil siaga atau ambulans jika diperlukan dalam kondisi darurat.
"Saya minta para mahasiswa juga dipersilakan melapor langsung via media sosial, jika menemui kendala signifikan di lapangan,"pungkasnya.
Pelepasan yang berlangsung di Alun-Alun Situbondo, disaksikan Wabup Situbondo, Dandim 0823 Situbondo, Plt Sekdakab Situbondo, Kepala DPMD, para kades dan Camat se Kabupaten Situbondo.
Ali Badrudin selaku Koordinator KKN Kolaboratif Tahun 2026 mengatakan, KKN akan berlangsung selama 35 hari, mereka akan mengabdilan diri di 77 desa yang tersebar di 17 kecamatan. Sepuluh perguruan tinggi yang terlibat dalam program ini meliputi Universitas Jember (Unej), Universitas dr. Soebandi, Universitas Islam Jember (UIJ), Poltekkes Kemenkes Jember, dan UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember.
Kemudian Politeknik Negeri Jember (Polije), Universitas PGRI Argopuro Jember (Unipar), Universitas Abdulrachman Saleh (Unars) Situbondo, STKIP PGRI Situbondo, dan STIA Pembangunan. Ali Badrudin mengatakan bahwa ratusan mahasiswa tersebut akan menjalankan sejumlah program prioritas yang telah disepakati bersama dengan Pemerintah Kabupaten Situbondo.
Selain melaksanakan program Verbal 1 dan Verbal 2, kata Ali, para mahasiswa juga akan mendukung program unggulan Bupati Situbondo bertajuk "Desa Naik Kelas". "Sebanyak 947 mahasiswa akan kita distribusikan ke 17 kecamatan dan 77 desa. Selama 35 hari, adik-adik mahasiswa akan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui program-program yang telah kita sepakati bersama," ujar Ali.
Ia menegaskan, keberhasilan KKN Kolaboratif tidak hanya bergantung pada keterlibatan perguruan tinggi, tetapi juga membutuhkan sinergi yang kuat dengan Pemerintah Kabupaten Situbondo, pemerintah desa, serta seluruh camat di wilayah setempat. "Kolaborasi ini tidak hanya sebatas melibatkan 10 perguruan tinggi.
Lebih dari itu, harus menjadi kolaborasi bersama antara perguruan tinggi, Pemerintah Kabupaten, pemerintah desa, dan para camat agar mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat," kata Ali. Menurutnya, meskipun waktu pelaksanaan KKN hanya berlangsung selama 35 hari, para mahasiswa diharapkan mampu meninggalkan fondasi yang kuat bagi pembangunan desa di Kabupaten Situbondo.
"Program ini mungkin hanya berlangsung 35 hari. Namun kami berharap KKN Kolaboratif yang kedua ini mampu memberikan dampak nyata sekaligus menjadi fondasi bagi pembangunan yang berkelanjutan. Sebab tanpa fondasi yang kuat, program apa pun akan mudah rapuh dan sulit berkelanjutan," ungkap Ali.
Pada kesempatan tersebut, kata Ali, panitia juga berharap arahan dan dukungan penuh dari Bupati Situbondo agar seluruh program yang telah dirancang dapat berjalan sesuai target dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. "Panitia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Situbondo atas dukungan dan sambutan yang diberikan terhadap penyelenggaraan KKN Kolaboratif II Tahun 2026," pungkas Ali.
