SITUBONDO – Sejumlah perwakilan aliansi masyarakat mendatangi Mapolres Situbondo setelah mengaku kecewa dengan hasil audiensi bersama pihak DPRD Situbondo. Kedatangan warga tersebut langsung disambut oleh Kasat Reskrim Polres Situbondo untuk melakukan gelar perkara kecil terkait aduan yang mereka bawa.
Dalam keterangannya di hadapan media, perwakilan aliansi warga menyampaikan bahwa penjelasan yang didapatkan dari pihak DPRD terkesan berbelit-belit dan tidak memberikan jawaban yang konkret atas persoalan yang dihadapi masyarakat bawah.
"Kami baru saja dari DPRD Situbondo, dan ternyata jawabannya tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Penjelasannya bulat-bulat seperti gangsing. Padahal ada rakyat yang sampai harus menjual sapi dan kambing demi memperjuangkan haknya," ujar salah satu perwakilan warga dengan nada kecewa di depan Mapolres Situbondo.
Atas dasar kekecewaan tersebut, warga memilih untuk langsung berkoordinasi dengan kepolisian. Pihak aliansi juga menyampaikan apresiasi kepada Kasat Reskrim Polres Situbondo yang baru, yang dengan sigap langsung memfasilitasi keluhan warga melalui gelar perkara kecil tanpa birokrasi yang rumit.
"Kami berterima kasih kepada Kasat Reskrim. Begitu kami datang, beliau langsung menggelar perkara kecil. Berdasarkan gelar tersebut, unsur-unsur laporan sebenarnya sudah masuk dan dapat ditindaklanjuti," tambahnya.
Meski demikian, pihak warga menyatakan masih akan memperdalam bukti-bukti pendukung. Mereka juga menegaskan bahwa laporan yang dilayangkan ini bukan menyasar institusi dewan, melainkan sebuah akun media sosial TikTok milik netizen yang diduga menyebarkan pernyataan atau statement yang merugikan.
Warga berharap pihak kepolisian dapat menuntaskan kasus ini secara transparan dan adil melalui jalur hukum yang berlaku. "Jika pihak sana tetap bersikeras dengan posisinya, maka dengan sangat terpaksa pidana yang akan menentukan di meja hijau," tegas perwakilan warga menutup penyataan.
