SITUBONDO-Situasi audiensi antara gabungan LSM dengan fraksi PDIP Situbondo soal adanya masyarakat yang menjual sapi, kambing untuk berobat sempat memanas. Situasi memanas karena pernyataan juru bicara PDIP Ningsih yang menyatakan dirinya sebagai petugas partai.
"Kami petugas partai, kami merasakan denyut nadi 78 ribu masyarakat itu," kata Ningsih. Pernyataan Ningsih tersebut memicu tanggapan dari peserta. Salah satunya anggota LSM Madura Asli (MADAS) Febri.
"Anda itu wakil rakyat, bukan petugas partai," katanya.
Sementara itu, Ketua Fraksi PDIP Situbondo Rudi Afianto mengatakan pendapat umum fraksi yang dibacakan juru bicara fraksinya dalam rapat paripurna merupakan bahasa kerakyatan. Dalam kesempatan itu, Rudi menyampaikan apa yang disampaikan (Ningsih) dalam penyampaian pandangan umum bukan sebagai pribadi, tetapi sebagai juru bicara fraksi.
"Yang disampaikan PDIP itu bahasa kerakyatan yang kami saring. Substansinya bukan dijual kambing dan sapinya, tapi masyarakat harus dibantu, rumah sakit harus dibenahi," kata Rudi.
"Yang jual sapi dan kambing itu bahasa narasi PDIP yang digali dari keluhan kepada kita, kami hidup di tengah masyarakat, setiap hari kami bersama mereka," aku Rudi.
Soal defisit tiga rumah sakit milik daerah, Rudi mengatakan maksud fraksinya ditujukan agar teknik pelaporan keuangan dibenahi. "Soal surplus dan defisit benahi teknik pelaporannya. PKB dan PPP surplus itu hak mereka yang menanggapi kami menghormati," katanya.
